Minggu, 08 Januari 2012

10 Kesalahpahaman tentang Kesuksesan

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memandang yang namanya sukses. Ada yang menganggap kalau kita kaya dan banyak uang berarti sudah sukses, ada yang menganggap kalau sudah kuliah sampai tingkat S3 berarti sudah sukses, ada yang menganggap kalau memiliki penghasilan besar berarti sukses. Tidak salah kalau kita menganggapnya begitu karena makna kesuksesan itu sendiri berbeda setiap orang.
Namun, sukses lebih dari itu. Karena menurut saya kalau kita kaya raya tetapi belum memiliki kepuasan akan kekayaan dan tidak bahagia maka hal itu belum bisa dikatakan sukses. Ada beberapa kesalahpahaman tentang arti kesuksesan. Adapun kesalahpahaman itu saya ambil dari buku The Inspiring Success. Sebagai berikut.



Kesalahpahaman 1


Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.

Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.
Kesalahpahaman 2


Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.

Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Kesalahpahaman 3


Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.

Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.
Kesalahpahaman 4


Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.

Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.
Kesalahpahaman 5


Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.

Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.
Kesalahpahaman 6


Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.

Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.
Kesalahpahaman 7


Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.

Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.
Kesalahpahaman 8


Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.

Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.
Kesalahpahaman 9


Sukses adalah tujuan.

Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”

Kesalahpahaman 10



Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.

Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.
emotivasi.com

Minggu, 01 Januari 2012

Martha Tilaar (Sang Pendiri Kosmetik Bangsa)


(lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937) adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu. Ia menikah dengan H.A.R Tilaar dan memiliki empat anak, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar,Wulan Tilaar,Kilala Tilaar. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, ia membuat perusahaan kosmetika dan jamu Martina Berto. Selain itu ia juga memiliki usaha kerajinan diSentolo, Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery. Dia juga memiliki Kampung Jamu Organik di Cikarang,Bekasi
Siapa yang tidak mengenal Martha Tilaar. Seorang pengusaha sukses pemilik Martha Tilaar Group (MTG), sebuah grup usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar dengan produk kosmetika berkelas seperti Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Ia juga pemilik Puri Ayu Martha Tilaar, sebuah gerai jamu dan kosmetik yang diperuntukkan untuk kelas menengah ke atas. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan.
Istri pendidik Prof. Dr. H.A.R Tilaar, ibu dari empat orang anak, nenek dari beberapa orang cucu, adalah sosok wanita yang tidak pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, Ia tetap mencobanya. Yang penting adalah bukan melihat besarnya hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah
yang ada?.
Martha terus belajar untuk lebih mengembangkan produk kecantikan tersebut. Kebetulan, suaminya mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Ia pun mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Begitu lulus dari akademi kecantikan Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri.
Sekembalinya ke tanah air, Ia membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya, dengan ukuran 6 x 4 meter pada tahun 1970, Ia terus berupaya mengembangkan salonnya itu, dengan membagikan selebaran-selebaran ke lingkungan sekitar, memanjakan para pengunjung salon dan mengajak mereka bercakap-cakap, untuk mendekatkan emosional.
Dengan kedekatan itu, para pengunjung menjadi betah dan menjadi pelanggan tetap salonnya. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar, merek yang jika diartikan ??
Sarinya Wong Ayu??.
Martha juga tak kenal lelah terus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia untuk produk-produk salonnya. Tujuannya, adalah agar perempuan Indonesia tetap terpelihara kecantikan dan keayuannya. Saya pernah bertemu dengan perempuan yang menggendong anak sambil menenteng dua anaknya. Wajahnya terlihat tua, lusuh dan keriput. Saya pikir usianya sudah memasuki masa 40 tahun. Ternyata, belum sampai dua puluh lima. Karena beban hidup yang berat dan tidak pernah menjaga kecantikan, perempuan itu terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya??.
Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma. Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetika dan jamu, namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Dilanjutkan kemudian dengan membuka pabrik kosmetik pertama di Jalan Pulo Ayang, kawasan Indsutri Pulogadung , Jakarta timur yang diresmikan oleh Ny Nelly Adam Malik, saat itu istri Wakil Presiden Adam Malik.
Tahun 1983 Martha Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih di areal sama Kawasan Industri Pulogadung yang kali ini diresmikan oleh Ny. Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.
Bisnis Martha Tilaar terus berkembang, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan sampai kemudian ia dan keluarganya menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto. Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha Tilaar Group. Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha Tilaar, Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar). Martha Tilaar sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang pasar.
Pada tahun 1987, ia meluncurkan produk ”Senja di Sriwedari” sebagai trend tata rias baru, sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia. Dan produk itu meledak di pasaran. Para tata rias banyak merekomendasikan produk ini ke Kliennya. Sejak itulah Martha Tilaar selalu mempersuntingkan nama tempat dan unsur budaya suatu daerah, yang lalu dipadukan dengan trend busana daerah, ke setiap produk Sariayu Martha Tilaar.
Sebut saja produk yang ia keluarkan pada tahun 1989 dinamakan Sumatera bergaya, Puri Prameswari (1990) mengambil dari etnik Cirebon dan Bali, Senandung Nyiur (1991) dari Pantai Indonesia, Riwayat Asmat (1992) dari Irian Jaya/Papua, Rama-Rama Toraja (1993). Dan, puncaknya adalah trend warna Pusako Minang dari Minangkabau. Sariayu berhasil tampil sebagai trendsetter tata rias wajah wanita Indonesia.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia pernah mengalami jatuh-bangun atau pasang-surut usaha. Meskipun perusahaannya sudah besar dan maju, orang masih saja memandangnya sebelah mata. Maklum, produk jamu kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sekali sebagai produk lokal. Orang tahunya demikian saja tanpa mau mengenal bahwa produk Martha Tilaar sesungguhnya sudah mendunia, berkualitas, dan bergengsi. Bahkan, Sariayu Martha Tilaar sudah menjadi sebuah ikon produk lokal yang mendunia. Sebagai misal, Sariayu Martha Tilaar memiliki produk kosmetika berkelas Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara.
Sebagai pengusaha, ternyata kepribadiannya yang tak pantang menyerah lah yang mengantarkannya hingga menjadi sukses seperti sekarang. Martha juga selalu berpikir positif dan tidak henti melakukan inovasi. Sejak remaja, Martha sudah terbiasa menjual makanan-makanan kecil untuk menambah uang jajannya. Ia juga suka mengambil Sogok Telik dan Jali-jali Putih, yang tumbuh subur di tanah milik eyangnya, untuk dirangkai menjadi kalung dan gelang. Perhiasan tersebut ia jual kepada teman-temannya di sekolah. Martha kecil juga selalu memperhatikan hal-hal kecil dan detail di sekelilingnya.
Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ”Fashion and Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984 ini menjalani hidup dengan penuh keajaiban kuasa Tuhan. Pernah ‘divonis’ mandul oleh ahli obstetri dan ginekologi luar negeri, setelah 11 tahun lebih menikah dan belum dikaruniai anak. Tapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia terus berupaya memiliki keturunan melalui cara tradisional. Kebetulan Martha mempunyai nenek ahli pembuat jamu. Selama empat tahun lebih ia rajin mengkonsumsi jejamuan itu dengan kesabaran dan ketelatenan. Hingga pada suatu saat di usia 41 tahun, Martha berhenti menstruasi. Dokter menyatakan Martha telah memasuki masa menopouse. Ia sempat sangat sedih, karena apa yang dicita-citakannya tidak mungkin tercapai. Tapi, karena kuasa Tuhan Yang Maha Besar, absennya datang bulannya kali ini adalah karena ia mulai mengandung. Martha pun melahirkan anak pertamanya di usia 42 tahun, dan pada tahun-tahun berikutnya lahir tiga orang lagi keturunannya yang kini telah menjadi anak-anak yang sukses.
Martha Tilaar mempunyai komitmen tinggi membangun industri kosmetika. Ia investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&D;). Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf ahli farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu lainnya. R&D; memberi hasil lain. Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS.
Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahaan lain. Bagi Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.
bisnis.kecil.com

Sabtu, 31 Desember 2011

 - Ketika anak Anda memasuki usia sekolah, minat dan bakat mereka mulai terlihat. Namun jika mereka lebih tertarik untuk bermain game di komputer daripada beraktivitas di luar, bagaimana cara menggali bakatnya?

Lisa J. Crockeet, PhD, seorang profesor di University of Nebraska, menyarankan untuk memotivasi anak agar mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Lisa mengatakan, "Terlibat dalam ekstrakulikuler memberikan banyak manfaat pada aspek kehidupan seorang anak, baik sekarang maupun di masa mendatang."

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler mampu mendapatkan nilai yang bagus, kepercayaan diri yang tinggi, manajemen waktu yang baik, cenderung menghindari alkohol dan narkoba serta drop-out. Menurut penelitian yang dilakukan Thomas Fritsch, PhD dari Parkinson Research Institute di Aurora Sinai Medical Center Milwaukee, kegiatan ekstrakulikuler mempengaruhi kemampuan kognitif seorang anak di masa mendatang. Jika anak Anda mengikuti aktivitas tersebut semasa sekolah, maka pada umur 75 tahun, ingatannya masih cukup bagus.

Mendorong anak Anda untuk ikut dalam kegiatan ekstrakulikuler membantunya untuk mencari jati diri. Dari aktivitas ini, dia bisa mengetahui siapa dia dan apa yang ingin dia lakukan. Lebih jauh, anak Anda akan menemukan hal apa yang dia sukai dan bidang yang dia kuasai. Ekstrakulikuler memberikan tiga hal yang bermanfaat bagi anak Anda yaitu aktivitas, aspirasi dan prestasi. Tapi ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengikutkannya dalam kegiatan ini, seperti yang dikutip dari Good Housekeeping Amerika.

1. Mencoba Dua Kegiatan
Anda bisa membantu anak menemukan bakatnya dengan mendorongnya untuk mengikuti ekstrakulikuler, namun berapa banyak dan aktivitas yang seperti apa yang dia suka? Cobalah untuk mengikutkan dia dua kegiatan terlebih dulu, misalnya balet dan piano untuk anak perempuan atau basket dan gitar untuk anak laki-laki Anda.

"Terlalu banyak tanggung jawab yang diambil oleh seseorang membuat mereka frustasi," tulis Tina Seelig, PhD, seorang ahli syaraf, pada bukunya What I Wish I Knew When I Was 20: A Crash Course on Making Your Place in the World. Sehingga Tina menyarankan untuk mencoba dua kegiatan saja bagi anak Anda. Hal ini dirasa cukup efektif untuk mengetahui kegiatan mana yang lebih mereka sukai.

2. Berikan Cukup Banyak Waktu
Anak yang telah mengetahui minat dan bakatnya sejak usia dini, memang bisa menjadi seorang yang ahli di bidang tersebut ketika dewasa. Namun presentase anak-anak yang seperti itu hanya sekitar 20%. Sekitar 25% anak-anak menemukan bakatnya setelah hanyut mengikuti arus yang ada di sekitarnya.

Sisanya sekitar 50-60%, masih mencari apa yang menjadi minatnya dan masih belum menemukannya sampai beranjak remaja. Menurut William Damon, PhD, direktur Stanford University Center on Adolescence dan penulis 'The Path to Purpose: How Young People Find Their Calling In Life', remaja yang masih belum menemukan minat dan bakatnya cenderung menjadi pemimpi dan penggemar amatir. Pemimpi adalah mereka yang mempunyai angan-angan terlalu tinggi tapi tidak berusaha meraihnya, sedangkan penggemar amatir adalah mereka yang masih terus mencoba satu per satu kegiatan sampai menemukan apa yang menjadi minatnya.

Anak-anak tipe pemimpi maupun penggemar amatir pada dasarnya adalah anak-anak hebat yang melakukan sesuatu seperti yang diharapkan pada mereka; mengikuti ekstrakulikuler dan mengerjakan PR. Pada akhirnya mereka akan menemukan bakat mereka, hanya saja butuh lebih banyak waktu. Anak muda jaman sekarang memang disuguhi banyak pilihan dan kesempatan, tugas orang tua adalah membantu mereka mengasah bakatnya, begitu saran Damon.

Banyak orangtua yang frustasi ketika anak mereka meninggalkan kegiatan yang telah diikutinya beberapa saat, hal itu sangat wajar terjadi, begitu kata Katharine brooks, EdD, direktur Liberal Arts Career Services University of Texas dan pemulis buku "You Majored in What?". Menurutnya, Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda bersikap seperti itu. Katarhine sendiri telah melakukan pengembaraan untuk menemukan apa yang menjadi gairah hidupnya. "Anda tidak hanya menggunakan waktu untuk menemukan apa yang Anda inginkan, tapi Anda juga perlu menggunakan waktu untuk mencari tahu apa yang tidak Anda inginkan," kata Katarhine.

3. Coba Lagi
Para ahli menyebutkan ada tiga tahapan belajar. Tahap pertama adalah Inkompetensi Bawah Sadar, saat anak tidak tahu apa yang mereka tidak tahu. Tahap kedua adalah Inkompetensi Sadar, katika anak sadar bahwa apa yang dia kerjakan cukup sulit dan dia bertahan. Tahap ketiga adalah Kompetensi Sadar, saat anak melakukan upaya untuk mempelajari sebuah kegiatan.

Ketakutan dan ketidakamanan harus diatasi. Beberapa anak yang perfeksionis akan merasa frustasi ketika mereka tidak dapat melakukan kegiatan tersebut dengan baik, sehingga mereka memilih untuk berhenti. Antara tahap 2 dan tahap 3 biasanya terjadi jeda yang disebut periode terbengkalai, dimana seorang anak akan meninggalkan kegiatannya sejenak karena berbagai alasan. Saat dia mulai mengerjakan kegiatan itu kembali, dukunglah dia karena saat itulah dia telah siap untuk melakukan kegiatan tersebut secara lebih serius.

4. Mencari Celah
Ada kalanya Anda harus berhenti mendorong anak Anda untuk melakukan kegiatan yang nampaknya tidak terlalu dia sukai. Cobalah untuk mencari celah dengan mendengar dan mengamati apa yang disukainya. Anda bisa mengamati tontonan favoritnya di tv, atau Anda bisa bertanya "Apa yang akan kita lakukan untuk mengisi liburan?"

Hal-hal kecil bisa mengarahkan seorang anak pada apa yang sesungguhnya dia sukai. Misalnya seorang anak yang suka membantu orang tuanya memasak, mungkin dia memiliki minat pada tata boga. Atau ketika seorang anak suka dengan film-film dengan genre scientis, mungkin dia berbakat dalam bidang ilmiah. Bahkan jika anak Anda suka membongkar-bongkar komputer biarkan dia melakukan hal tersebut, mungkin dia tertarik dengan hal-hal yang berbau teknologi.

wolipop.com

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

- Tahun segera berganti. Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.


1. Cek kembali manajemen karier Anda. 
Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?"

2. Miliki pola pikir proaktif. 
Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan.

3. Temukan "merek" Anda dan "jual diri" Anda. 
Seringkali, banyak orang tidak mampu "menjual diri" mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan.

4. Memotivasi diri. 
Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun Networking. 
Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

6. Terus belajar. 
Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi. 
Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.


8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier. 
Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri. 
Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.

female.kompas.com










Senin, 12 Desember 2011

Andaikan


Andaikan aku wanita hebat
Andaikan aku jadi pengusaha
Andaikan aku punya uang banyak
Andai aku punya sepeda gunung yang elegan
Andaikan aku punya mobil istimewa
Andaikan aku punya rumah besar di puncak
Andaikan aku bisa berkeliling di dunia
Andaikan aku orang kaya
Andaikan aku bisa memenuhi kebutuhan ku dan orang banyak

Andaikan aku wanita tercantik di dunia dan akhirat
Andaikan aku punya pendamping tampan
Andaikan aku bisa meningkatkan taraf hidup keluarga
Andaikan aku bisa menjunjung harkat dan martabat keluarga
Andaikan aku orang yang beruntung di dunia 
Andaikan aku orang yang beruntung diakhirat
Andaikan aku jadi muslimah yang sholihah
Andaikan aku orang yang boros sedekah
Andaikan aku jadi orang yang baik di jagat raya
Andaikan aku bisa menjadi orang yang mendekati sempurna
Andaikan aku menjadi panutan dan teladan sesama
Andaikan aku wanita pilihan ALLAH SWT
Andaikan aku jadi hamba yang disayang ALLAH SWT
Andaikan aku jadi orang yang bermanfaat bagi sesama
Andaikan aku jadi orang yang berguna bagi agama,bangsa dan negara

Andaikan impian ku terkabul semua
Andaikan ALLAH SWT mendengar dan mengabulkan semua do'a

Kamis, 08 Desember 2011


Dewasa ini, semakin banyak inovator-inovator handal yang lahir, begitu pun dengan para kreator. Tapi sayangnya siklus ini juga dibarengi dengan timbulnya para plagiator dan follower. Berarti ada kemajuan juga ada kekurangan. Di satu sisi kita bangga dengan lahirnya para inovator juga kreator, sisi lain, mengundang miris melihat lebih banyak yang menjadi plagiator ato malah berpuas sebagai follower.

Kalo menurut saya sih sangat disayangkan ketika kita hanya mampu memplagiat atau hanya diam bertepuk tangan sebagai follower sementara banyak hal yang bisa kita lakukan. Oiya, sebelum lanjut, mendukung suatu karya itu beda lho dengan menjadi follower. Pun berinovasi karena pans melihat orang sukses juga beda dengan plagiator, apalagi di Indonesia. 


Saya pernah baca kalo daya tampung otak manusia itu lebih besar daripada hard disk berukuran tetabyte. Dan katanya, sampai manusia mati, daya yang di pakai otak untuk menyimpan memori dan bekerja itu tidak sampe seperempatnya. Einstein saja yang katanya manusia terpintar "cuma" menggunakan sepertiga kemampuan memori otaknya. Simpel kata, ketika mati, otak kita masih banyak menyisakan space yang belum terpakai. Dan sangat disayangkan sekali, dengan daya tampung otak yang sebesar itu, kita hanya mampu menjadi plagiator/follower. 


Lalu bagaimana dengan saya?


Dari dulu saya mencoba menekankan pada diri sendiri untuk lebih menekan otak pada titik batas tertinggi. Mencoba lebih kreatif dan inovatif. Meyakinkan diri saya untuk bisa dan bisa. Kalau orang lain bisa kreatif, kenapa kita ga? Toh otak manusia dimana-mana sama kok, baik ukurannya, bahan dasarnya, juga posisinya. Yang membedakan hanya cara kita untuk menggunakannya. Juga mindset kita kepada otak. 

Saya suka mencontoh konsep orang, tapi bukan untuk di pakai mentah-mentah. Saya coba sederhanakan atau malah saya buat lebih besar jika mampu. Saya suka mencari referensi, bukan tuk di copy paste, tapi hanya sebagai contoh acuan yang bisa diperbaiki atau di buat lebih baik. 

Kalo kita bisa menjadi seorang kreator, buat apa menjadi plagiator? Dengan menjadi kreator, karya situ di kenang sepanjang masa dan juga memberi nafas baru. Menjadi plagiator? Cuma pujian sesaat lalu jatuh dan tak dikenal. Lagian menjadi sebuah kehinaan buat saya kalo hidup cuma untuk memplagiat karya orang. Plagiator cuma menunjukkan dua hal, apakah dia tidak kreatif, ato malah tidak punya ciri khas, makanya memplagiat. 

Menjadi inovator lebih baik malah, karena situh di tuntut selalu keluar dengan ide dan pemikiran segar, kadang gila. Ini juga membuat otak situh sepuluh kali lebih baik daripada yang lain, karena selalu diasah dan berpikir. Inovator ga pernah mati. Follower? Sekali situh "menasbihkan" diri menjadi follower, selamanya akan menjadi pengikut. Masa depan pengikut? Tak pernah lebih baik daripada seorang babu. Kenapa? situh mengekor. Situh mengikuti, bukan di ikuti. 

Tapi kan jalan untuk menjadi kreator dan inovator itu susah! Emang iya!!, dan lagi emang ga ada yang gampang kalo ingin menjadi "sesuatu" atau "seseorang". Mau gampang? ya jadilah plagiator atau follower. Tugas situh cuman meniru dan bertepuk tangan serta berteriak amin. 


Ciputra sukses kenapa? Dia kreator. Kalo ditanya siapa entepreuner sukses di Indonesia? Saya rasa kompak kita menjawab Ciputra. Bagaimana Ciputra mengawali karier entepreneurnya? Ciputra muda hanya memelihara kambing, yang dirawat hingga beranak pinak hingga hasilnya di jual. Mendapat keuntungan, lalu dia membeli binatang yang bernilai lebih besar, dirawat lalu di jual. Begitu terus siklusnya selama berpuluh tahun, hingga akhirnya sukses. Tau mimpi awalnya Ciputra? Dia cuma ingin punya usaha yang besar dan stabil. Hasilnya? Lihat sendiri. 

Aqua itu apaan? Itu merek dagang inovator. Sebelum ada Aqua, siapa sih yang mau iseng menjual aer putih dalam botol plastik, sementara air di muka bumi ini melimpah? Semua ga ada yang mau, tapi Aqua mau. Dan hasilnya? Saat ini, setiap orang yang bicara air mineral pasti menyebut Aqua. 

Itu cuma contoh kecil. Masih banyak contoh nyata lainnya di sekitar kita yang hebat dan lebih hebat. Kreator dan inovator yang pada awalnya di katain gila karena ide gilanya. Mereka-mereka yang awalnya mendapat sebutan pemimpi yang akhirnya sukses. Ya mereka-mereka itu yang berani berpikir out of the box. Dan untungnya masih banyak orang-orang seperti itu jaman sekarang, meski sudah terimpit dengan para plagiator dan follower. 

Mungkin kita masih hidup tanpa lampu kalo Edison ga iseng eksperimen. Mungkin kita masih aja surat-suratan kalo Bell mau main aman. Kita juga mungkin masih jalan kaki kalo aja si Ford ga kepikiran kendaraan bermesin. Dan juga mungkin ga ada yang namanya koran kalo si Julius Caesar tidak iseng menulis pada batu dan menyebarkan pada rakyatnya. 

Iseng? iye, awalnya mereka iseng. Tapi iseng yang kreatif, iseng yang inovatif. Yang menghasilkan. Kita bisa ga? Bisa dong, lha wong otak kita sama, berat jenisnya sama, bahannya sama. Tinggal gimana kita menggunakannya.







kaskus.us

Sabtu, 03 Desember 2011

Malam pulang takziah di rumah mbah jam 8-9 malam sungguh ngantuk karena aku pulang juga waktu sudah magrib,Ya Allah sampai rumah aku nyuci alat kue untuk besok pagi,sampai jam setengah 10.Capek terasa  aku rebahkan badan dan pasang alarm jam 2 pagi.
Kudengar alarm sudah pukul 2 pagi,aku terasa tidak kuat bangun,tapi ingat terus dengan adonan kue.Aku rebahan saja dulu karena masih terlalu malam('pikirku').Jam setengah 3 pagi,ah tidur bentar lagi,jam 3 kurang seperempat aku ciba bangun kembali,ke kamar mandi,berwudlu kemudian sholat malam.
jam 3 pagi aku coba persiapkan alat dan mulai membuat adonan kue,pikiranku sudah kemana mana,Ya Allah sukseskan ini.Amin('doa dalam hati').
Aku lanjutkan sampai terdengar adzan shubuh,aku masih buat adonan,beberapa menit kemudian,Aku ingin sholat shubuh('dalam hati').
Selesai dan aku sholat.Aku tidak tahu nanti kue kan jadi apa,pintaku kepadamu Tuhan('dalam hati dengan berharap').
Kue sudah dimasukkan kukusan sama ibu dan bapak,ya itu aku kasih stopwatch 15 menit,16 menit baru kubuka hasilnya kurang memuaskan.Ibu berkata ditunggu nanti dulu,sampai 20 menit.Kue aku angkat dan tiriskan dan hasilnya belum memuaskan,hasilnya bantet dan kaku.aku lemas sekali sebelum buka kue itu.Aku sudah jauh jauh beli bahan dan terlanjur bilang si bos mau nitipin kue,tapi hasilnya bantet.Aku coba bernafas panjang.Ya Allah,tidak jadi aku setorkan,,kesal dan ingin pingsan :,(
Berangkat kerja sudah loyo,ditambah motorku tidak nyala,aku duduk lemas,bapak pulang dan dipinjami motor bapak,kadi aku pakai punya bapak..Berangkat lah..
Dijalan aku cuma tersenyum pilu,meskipun letih aku tetap tersenyum karena ALLAH masih mengujiku,, :-)